Kurang nyaman saat nonton bukan karena gore atau sadisticnya, tapi lebih ke settingannya, contoh pemilihan dan penggunaan bahasa yang kebanyakan bahasa Jawa ngoko, logat jawanya masih belum pas tapi seperti dipaksa shooting, mengingat setting tempat di semarang yang kental sekali budaya Jawa, tone warnanya terlalu modern pdhl setting filmnya 1950an. Stop nonton di ment ke 50, gregetan mau ngelanjutin nonton.