Pendapat pribadi gw tentang film ini
alur cerita :
Terasa terburu-buru di babak awal dan tengah. Film gak cukup menjelaskan asal-usul jamu yang menyebabkan wabah zombie padahal itu seharusnya jadi โinti logikaโ film ini.
kedaleman karakter:
Karakter utamanya (keluarga pembuat jamu) sebenarnya punya potensi kuat buat dikulik dari sisi moral dan konflik batin tapi filmnya terlalu cepat pindah ke adegan chaos.
Setting & Skala :
1. area filmnya terasa sempit, kayak cuma di satu dusun kecil tanpa perluasan pandangan ke luar (gak ada sense of outbreak besar).
2. Ini bikin filmnya keliatan lebih kayak mini-drama zombie, bukan disaster-scale horror.
Figuran & Teknis Zombie:
1. Jumlah figuran zombie dikit banget kalau dibandingin Zona Merah (yang walau film lokal, tapi lebih luas skalanya).
2. Koreografi zombie oke sih, tapi gak bikin tekanan atau kepanikan besar seperti di Train to Busan.
Sinematografi & Efek :
1. Efek praktikal (darah, luka, make-up zombie) lumayan solid ini masih jadi kekuatan Kimo Stamboel.
2. Tapi karena lighting dan kamera shot-nya sering terlalu gelap dan close, atmosfer โancaman besarโ gak terlalu kerasa.