Sebenernya mau kasih 70/100
Guys, ini tuh cerita dystopia, alternate reality. ceritanya indonesia gak pernah pulih dari kerusuhan, diskriminasi dan sentimen rasial terus terjadi, mungkin jg dapet pemimpin yang diktator dan memelihara konflik sehingga indonesia maju, makanya mobilnya tua, keretanya tua, dstnya, kuno, dstnya. Tp disisi lain ada kemajuannya juga, Indo versi film ini punya kereta bawah tanah. Jadi ya itu emang pilihan sutradaranya. Kalo di dunia nyata coba liat dokumenter soal korut, suasananya masih kyk tahun 2000an awal.