Suatu film tentang kisah seorang pemuda kulit hitam, bernama Isaiah, yang memiliki latar belakang broken home. Isaiah menjadi harapan dari ibunya , sebagai orangtua tunggal, untuk dapat mengalami perubahan diri secara karakter maupun secara kerohanian.
Isiah diharapkan menjadi pemuda yang dewasa, mandiri, bertanggung jawab serta dapat mengalami perubahan secara rohani, yaitu mau mengenal Tuhan Yesus Kristus.
Proses perubahan dan penempaan Isaiah, dikisahkan mulai terjadi, ketika suatu saat Isaiah sedang mencari pekerjaan, ia berjumpa dengan seseorang pemilik usaha, bernama Joshua Moore. Ternyata ia tidak hanya ingin memberi pekerjaan kepada Isaiah, namun juga rindu untuk menjadi mentor kehidupan da kerohanian bagi Isaiah. Hal ini disebabkan akibat suatu peristiwa, yang ia pernah alami di masa lalunya.
Isaiah akhirnya mengalami pembentukan dan penempaan ini, melalui kehadiran Joshua Moore dan istrinya, lingkungan perusahaannya, serta kelompok pemuridan "the Forge".
Dampaknya kemudian terasa, dalam perubahan diri dan kerohanian Isaiah serta pemulihan relasi dengan ibunya, ayah kandungnya dan juga orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Film drama Kristen ini, adalah karya dari seseorang Pendeta Amerika, penulis, produser dan sutradara film, Alex Kendrick dan bersama saudaranya Stephen Kendrick. Mereka juga pembuat dari beberapa film Kristen yang terkenal, diantaranya Facing the Giants, War Room, Overcomer, Courageous dan Fireproof. Dan film ini ternyata spin-off dari film War Room.
Kelebihan film ini, menurut saya, adalah dari segi penulisan cerita, ciri khas dari Alex dan Stephen Kendrick, yang mampu memberikan gambaran yang utuh dan mengalir, untuk membawa penonton mengerti tujuan dari film ini dibuat. Cerita yang sederhana, namun adakalanya memang terjadi secara realitas dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya terjadi di latar belakang keluarga kulit hitam di Amerika namun juga terjadi di beberapa keluarga, di belahan dunia lain.
Film berdurasi 125 menit ini, tentunya memang tidak dapat menyajikan secara keseluruhan proses perubahan dan penempaan seseorang pemuda Kristen dan bahkan keluarga Kristen, dalam kehidupan sehari-harinya. Secara nyata, menjadi pengikut Kristus, adakalanya tidak selalu mengalami KEBERHASILAN atau KESUKSESAN dalam waktu yang INSTAN atau cepat, ketika menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi.
Namun PELAJARAN yang bisa diambil melalui film ini adalah sebagai seorang pengikut Kristus, kita diingatkan dan disadarkan bahwa kita tidak dapat hidup sendiri. Tentu saja, kita membutuhkan anugerah pertolongan dari Allah Roh Kudus; serta komunitas anak-anak Tuhan yang memberikan dukungan yang membangun, dalam doa, nasehat bahkan juga tenaga.
Film ini dapat direkomendasikan ditonton secara pribadi, keluarga maupun tontonan bersama dalam komunitas remaja, pemuda, pasangan suami istri hingga kelompok lanjut usia.
Kutipan yang menarik di film ini, adalah dari Joshua Moore, yang mengatakan "Be a FOUNTAIN not a DRAIN" (Jadilah AIR MANCUR, bukan AIR di SELOKAN atau saluran pembuangan).
Artinya suatu panggilan bagi setiap orang dalam hidupnya, untuk menjadikan hidupnya selalu memberi, berbagi dan berdampak bagi orang lain, seperti AIR MANCUR; dibandingkan hanya menjadi seseorang yang selalu menerima, hingga akhirnya menjadi seperti AIR buangan di SELOKAN yang tidak memberikan dampak apa-apa.