Spoiler
Ini film zombie yang cukup mengejutkan saya. Haha...
Saya suka apapun mengenai zombie, oleh karena itu saya memutuskan untuk menonton film ini sesaat setelah saya melihatnya ada di Netflix.
Pertama-tama, biarkan saya mengulas mengenai teknis filmnya baru ke alur ceritanya. Saya suka akting dari pemainnya, mereka benar2 terlihat meyakinkan sebagai orang yang memiliki masalah sehingga itu mempengaruhi saya saat menonton film ini, itu membuat saya ikutan gelisah di sepanjang film. Karena saya berbicara bahasa Indonesia, saya tidak bisa menilai kualitas percakapan mereka tapi jika dilihat dari mimik wajah, mereka cukup meyakinkan jika mereka yang memang mengalami itu. Pakaian yang mereka kenakan juga sangat indah, tidak berlebihan dan menggambarkan dimana mereka berada. Sinematografi juga bagus, saya tak bisa mengomentari ini lebih lanjut selain pengambilan gambar yang tak mengganggu mata karena saya tak begitu ahli dalam itu, intinya pengambilan gambar tak ada yang menganggu. Efek yang digunakan sangat nyata, darah, ledakan, tembak, semuanya. Bahkan detail luka di zombie ataupun cgi di zombienya, saya suka desain zombienya. Itu lebih terlihat seperti mayat yang sudah dikubur seminggu lalu bangkit lagi, desain zombie yang menurut saya tidak banyak dipakai pada zombie2 yang ada di film lainnya, tapi cukup meyakinkan jika mereka menakutkan dan nyata.
Kemudian, saya akan mulai masuk ke alur cerita. Film ini menyuguhkan hal yang baru mengenai bertahan hidup saat wabah zombie. Awalnya, saya kira mereka tidak akan menampilkan zombie atau pertarungan dengan zombie. Tapi ternyata saya salah besar! Saya jadi sangat semangat saat menontonnya.
Film ini memiliki alur yang cukup lambat, tapi tak membosankan karena saya jadi penasaran mengenai apa yang mereka lakukan dan reaksi apa yang mereka berikan yang sialnya, mereka tak mencapai kesepakatan karena kerasnya karakter si ayah. Sejujurnya, saya cukup berempati pada karakter ayah. Tapi saya juga kesal saat dia melakukan hal yang buruk pada orang lain atau bahkan keluarganya. Saat itu terjadi, dia terasa seperti bos zombie daripada manusia.
Film ini memberikan saya rasa gelisah di setiap adegannya. Entah dimana pun mereka berada, film ini berhasil membuat saya merasa tidak nyaman. Tapi saya suka perasaan yang diberikan film ini pada saya, meskipun kesal. Hehe...
Tapi, sayang sekali... Saya merasa, akhir dari film ini terlalu memaksakan untuk si ayah mati. Entah kenapa saya tidak terlalu setuju dengan akhir dari cerita ini. Saya malah berharap ada perkembangan karakter tokoh, meskipun memang sih... Kalau kisah ini lebih pada membuka rahasia yang terjadi di antara mereka. Meskipun sejujurnya, rahasia yang ingin dibuka terlalu lambat penyampaiannya dan saya pikir itu terbaca dari awal cerita, sehingga saya rasa itu yang mencegah karakter untuk melakukan pengembangan karakter. Satu-satunya karakter yang mengalami perkembangan hanyalah anak lelaki pertama mereka.
Disisi lainnya, saya menikmati film ini. Film yang cukup fresh dibalik gempuran film horor yang bertemakan hal-hal gaib.