Bukan pertama kali, tp mengambil jalur komedi utk sebuah biopik merupakan langkah berani. Namun menyerahkan ranah ini pada Taika Waititi mungkin pilihan tepat. Menertawakan nasib buruk memang lebih menyenangkan dibandingkan meratapinya. Tidak ada yg gagal setiap elemen komedi itu muncul selama plot cerita bergulir. Tapi sayangnya kekuatan yang ada pada elemen komedi itu juga sekaligus menjadi kelemahan. Ketika film ini mencoba menyentuh kepekaan penonton dengan dramanya melalui karakter Thomas Rongen (Michael Fassbender) lewat background telpon2 dr putrinya, sulit untuk penonton bisa meresapi rasa bersalah Thomas ketika tidak diberi ruang cukup mengeksplorasi dramanya. Sebuah frasa 'banyak tertawa dapat menumpulkan kepekaan' sepertinya cukup berlaku untuk film Taika Waititi yang satu ini.