Apik.
Alur ceritanya rapi.
Durasinya hampir 2 jam, tapi tidak berasa lama.
Ceritanya sangat relate dengan keluarga kelas menengah, apalagi anak bungsu perempuan.
Perhatian pada detail-detail kecilnya sangat bagus. Mulai dari pakaian, rumah, sampai perihal subscription aplikasi (yang mungkin sebenarnya iklan aplikasi Sp****y tapi disematkan dengan sangat apik).
Film ini sukses mengaduk perasaan penonton.
Banyak penonton di studio ikut sedih ketika Kaluna sedih. Atau baper ketika Danan menatap Kaluna dengan gelombang elektromagnetik dari matanya.
Kekurangan dari film ini ada 2:
1. Durasi kamera menyoroti layar hp ketika Kaluna sedang chatting dengan temannya terlalu singkat sampai kita tidak bisa membaca dengan jelas isi pesannya.
2. Pada beberapa scene mic-nya mungkin agak jauh atau bagaimana, suara pemain kadang agak sulit didengar dengan jelas.
Tapi, terlepas dari kekurangannya, film ini adalah film Indonesia pertama yang sukses membuat saya ingin membeli novelnya juga padahal saya bukan orang yang suka membaca novel.
Good job untuk semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini!