Closet review. Sebuah review dimana gue lagi di dalam kamar mandi dan pegang hape. Disinilah inspirasi mengalir "deras".
"Gue lagi nonton film India?"
Ya, itu pertama kali dalam benak gue saat ada orang dewasa joget joget dan nyanyi nyanyi di khalayak ramai, di tengah jalan, atau saat ingin mengungkapkan lagi seperti apa moodnya sipemeran utama (MC). Gue bisa mentolerir jika anak-anak mungkin wajar kalo seperti itu. Kalo udah gede? Kok kayak ngalangin aktivitas orang sekitarnya hehehe. Gue ga mau pake kata "cringey" soalnya cringey juga nanti. Sorry, gue hanya bisa bilang saat Petualangan Sherina 1 suasana musikalnya lebih natural ketimbang sekuelnya. Ya, karena anak-anak hidup dalam imajinasi mereka. Satu satunya film yg nyaman gue nonton saat ada joget jogetnya adalah 3 Idiots. Film India modern yg suasananya mengalir dan ga maksa. This is when a musical done it right!!
Sebagai seorang Introvert, HP berdering merupakan momok bagi gue. Dan di film ini banyak sekali adegannya. Dan bagi gue itu ga perlu karena kita kayak nontonin orang yg sedang pura pura sibuk.
Sebagai orang yang pakai monitor diatas 120Hz, camera movementnya ngeblur banget, gue kalo rental dvd/film harus gue aktifin motion interpolationnya sehingga bisa 60fps atau ngikutin hertz monitor. Mungkin kalo mereka mengadopsi film dengan 48Fps seperti film Avatar 2 di bioskop akan lebih bagus.
Gue ga mempermasalahin Sadam dancenya kaku, ya dia bukan artis Kpop. Gue juga ga mempermasalahin Sherina gaining weight sebagai MC. Life happens and I'm not going to argue with that. Dia seneng Anime, gue juga. Dia seneng main The Sims, gue juga. Tapi pasti anak-anaknya generasi milenial (kusogaki istilahnya-wibu mode on) pasti bingung kok Sherinanya "berubah" wkwkwk.
Adegan berantem cukup bagus. Jokes Ardit juga bagus sebagai seorang stand up comedian. Dia sangat ngangkat atmosfer film ini. Antek antek antagonisnya ga selucu prequelnya, yg meng-hiperbolik-kan adegan penjahat dengan cara yang menyenangkan. Disini yg gue bingung, ini mau "true to life" tapi masih ada joget jogetan.
Unsur utama dari film ini adalah N-O-S-T-A-L-G-I-A. Jadi ada banyak scene, adegan dan music score yang didaur ulang dari prequelnya. Sherina jadi music director di film ini but sorry to say, Alm. Elfa masih jauh lebih bagus.
Sebagai pecinta akut Petualangan Sherina yg telah menonton berpuluh puluh kali filmnya, yg tiap minggu siang ga bakal tidur kalo ga nonton VCDnya, yang malemnya nyetel kaset pita albumnya, beli Tini Wini Biti, beli Pediasure, dan selalu menyimpan semua mp3 lagu Sherina di Micro SDnya, gue berterima kasih sudah mau bikin sequelnya. Tapi gimana... standar gue atau mungkin generasi milenial temen seangkatan 90's juga sudah tinggi.
Oke, urusan di kamar mandi selesai, begitu pula reviewnya.
Nilai : 5/10